Keluarga Cemara

Beberapa hari yang lalu,  saya baca di medsos kalo sinetron favorit saya dulu, Keluarga Cemara  akan dibikinin film-nya. Waaah seneng banget. Seketika saya langsung terbayang wajah Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil. Ga lupa juga toko julid dan sombong tante Presier.

Eh, tau kan Keluarga Cemara itu lho…kalo kids jaman now mah kayaknya bingung, apaan tuh Keluarga Cemara. Hehehehe… (googling aja ya dek 🙂 )

Lalu karena ingin bernostalgia, ubek2 youtube dooong….dan itu ya …pas opening sinetronnya aja saya udah mbrebes mili, lagunya aja menyentuh banget.

Sinetron ini emang jauh dari hingar bingar kemewahan Jakarta. Ga ada itu ya yang namanya  mall dalam cerita itu. Ga ada yang namanya mobil mewah…eh ada deng mobilnya tante Presier, BMW tahun 90an yang ngehits bgt kala itu. Adanya becak, empang, rumah sederhana, terminal dan kehidupan sederhana di Sukabumi.

Semua karakter dalam keluarga ini  kuat banget. Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil.

Abah, seorang yang sangat jujur dan bijaksana. Dulunya, Abah seorang pengusaha sukses di Jakarta, suatu ketika, saat Euis kecil dan Ara baru lahir (Agil belum ada), perusahaannya dibekukan karena ada masalah yang dibuat oleh karyawannya. Semua aset Abah disita. Hingga akhirnya abah dan keluarga benar-benar jatuh dan pindah ke Sukabumi untuk memulai hidup baru, Abah menghidupi keluarganya dengan menjadi penarik becak, bekerja serabutan.

Emak, emak ini kalo saya liat sabar banget deh…setia mendampingi Abah yang dalam suka maupun duka sekalipun.

Euis, anak pertama (masih SD) yang sempat ikut menikmati kejayaan Abah, bukannya anak manja  karena pernah hidup berkecukupan tapi malah menjadi pribadi tangguh yang membantu Abah dan Emak berjualan opak di terminal setelah pulang sekolah. Dia sungguh melakukannya dengan ikhlas. Euis sayang sekali dengan kedua adeknya, Ara dan Agil. Euis akan mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan kedua adeknya itu. Dalam keaadaan yang pas-pasan Euis selalu merasa lebih beruntung dibanding kedua adeknya karena dia dulu pernah merasakan punya banyak mainan dan segala kebutuhannya terpenuhi, sedangkan Ara dan Agil ga pernah merasakan itu.

Ara (Cemara), Yup judul sinetron ini diambil dari namanya Ara, karena memang kehidupan mereka saat di Sukabumi itu saat Ara masih kecil banget. Ara ini anaknya peka. Dia juga sudah mengerti dengan apa yang dihadapi keluarganya, makanya Ara itu anaknya nerimo dan pengertian. Dia suka menolong siapa aja. Dia juga tumbuh jadi anak yang tangguh, walaupun dia baru 6 tahun dan masih TK.

Agil, si anak bontot yang centil dan ngegemesin. Masih balita, belum sekolah. Saat  keluarga mereka tinggal di Sukabum inilah Agil lahir. Agil ini belum paham yang terjadi dengan kehidupan orang tuanya saat dia belum lahir. Jadi dia ya sama seperti anak yang lain, merengek…minta ini itu. Abah dan Emak bisa memahaminya, dan berusaha membuat Agil happy dengan kemampuan yang Abah punya.

Aaaaah nyeritain mereka aja hati saya ini udah deg-deg ser….udah haru duluan. Teman-teman juga mungkin dulu nonton juga ya..

Tadi malam saya cerita ke kakak, tentang cerita ini dan saya ajak nonton. Surprisingly , dia suka sama cerita ini. Kami nonton bareng-bareng. Kata Kakak ” mam, malam ini kita nonton sampai episode 4 ya….”. Saking semangatnya setelah nonton episode 1.

Sayangnya selesai episode 2, dia ketiduran. Hahahaha…nanti malam kami lanjutkan lagi nonton episode berikutnya.

Si papap ternyata dulu belum pernah nonton keluarga Cemara ini. Karena sinetron ini kan mulai tahun 1996, dimana saat itu dia masuk asrama SMA Taruna di Magelang sana. Makanya semalam juga dia pertama kali nonton ini dia takjup gitu. Apalagi settingnya di Sukabumi, kotanya papap hehehe,,,,jadilah ngena banget kan.

Menurut saya ini cerita emang bangus banget, sinetron ini sungguh mengajarkan kejujuran, kesederhanaan dan ketulusan, Sungguh sangat jauh bila dibandingkan dengan cerita sinetron jaman now. Kapan lagi ya ada stasiun TV yang menyajikan tontonan bermutu kayak begini. Plis atu lah,…generasi muda jangan dicekokin tontonan yang ga mendidik. Udah gempuran pengaruh gadget  yang bertubi-tubi ditambah tontonan yang ga mendidik pula…*miris….

Saya ga sabar deh nanti pgn nonton versi filmnya. Pastinya bagus juga.

Kalo ada yang mau nostalgia, ini Keluarga Cemara episode 1-nya :

Sebagai penutup yuuuk kita nyanyi sama-sama…eaaaaa…

OST Keluarga Cemara  versi 2 yang hits

Harta yang paling berharga adalah keluarga…

Istana yang paling indah adalah kelu…arga…

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga….

Mutiara tiada tara adalah kelu…arga..

Selamat pagi emak..

Selamat pagi abah..

Mentari hari ini berseri indah…

Terima Kasih Emak…

Terima Kasih Abah

Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti…..

6 thoughts on “Keluarga Cemara

Leave a Reply